Cicipi Laksa Saat Jalan-jalan ke Asia Tenggara

Jalan-jalan dan kuliner seolah tak bisa dipisahkan. Keduanya saling terkait. Kita bisa menemukan sesuatu yang lezat dan baru dengan bepergian ke suatu daerah atau negara. Bahkan wisata kuliner kini seolah menjadi tren. Banyak pelancong menjelajah budaya kuliner demi sebuah pengalaman kultural.

Salah satu hidangan yang paling dicari wisatawan di Asia Tenggara adalah laksa.

Racikan dua tradisi

Laksa adalah masakan sup khas peranakan yang terdiri dari mi beras atau bihun, daging, udang, ayam, kerang rebus dengan topping tahu, tauge dan sayuran lainnya. Kuah laksa terbuat dari santan, pasta kari atau asam bercampur rempah – rempah segar. Disebut makanan peranakan karena laksa tercipta dari racikan dua tradisi. Perpaduan budaya kuliner China dan Melayu. Laksa bahkan disebut sebagai hidangan cinta dua budaya karena lahir dari pernikahan pedagang Tionghoa dengan warga Melayu di kawasan di Asia Tenggara.

Laksa sudah lama dikenal sebagai makanan lezat khas Asia Tenggara. Laksa menghadirkan cita rasa kuat dan otentik. Gabungan rasa gurih, pedas, asam dan manis menggunakan rempah-rempah dan dedaunan aromatik.

Umumnya laksa bisa ditemukan di Malaysia, Singapura, Indonesia, Thailand dan Laos. Laksa banyak dijual di kedai-kedai dan pusat jajanan sebagai hidangan sarapan maupun makan siang.

Laksa Siam. Foto: Roti n Rice

Ragam variasi laksa

Laksa memiliki banyak variasi rasa. Karena itu kita akan menemukan cita rasa, tekstur dan warna kuah berbeda jika mencicipi laksa di masing-masing daerah atau negara. Namun yang menjadi bumbu utama laksa adalah daun kesum atau daun laksa. Yang menarik, daun laksa berasal dari Vietnam, karena itu sering dijuluki daun mint Vietnam atau ketumbar Vietnam.

Hidangan laksa bisa dibedakan dari jenis kuahnya yakni laksa kari, laksa asam, laksa kombinasi dan laksa Laos.

Laksa kari 

Laksa kari umumnya terdiri dari mi, udang, ayam, tauge dan telur dengan kuah terbuat dari santan, pasta kari. Rempah-rempah yang digunakan adalah daun laksa, jahe, lengkuas, cengkeh dan cabai.

Jenis laksa kari yakni laksa lemak, laksa Cibinong, laksa Bogor, laksa Siam/Thailand dan laksa Katong. Di Singapura, laksa kari Katong sangat populer. Laksa Katong terdiri dari mi beras, udang, fishcake, kerang, bakso ikan dan kuah santan pedas bercampur pasta udang kering dan rempah-rempah. Laksa kari nikmat disajikan dengan sambal cabai.

Laksa kari. Foto: Instagram@Ciao huang @ciaociao.bella

Laksa Assam

Laksa assam adalah salah satu jenis laksa yang populer di Malaysia. Laksa assam adalah sup berbasis ikan dengan kuah asam. Umumnya laksa assam terdiri dari mi beras, ikan, bawang, cabai, mentimun, nanas dan sayuran. 

Konon laksa assam berasal dari pesisir Malaysia. Salah satu yang terkenal adalah laksa assam Pulau Pinang atau Laksa Penang. Laksa Penang adalah sup mi terbuat dari bahan dasar sarden atau makarel rebus dengan tambahan serai, asam dan cabai.

Laksa Penang memiliki rasa yang kuat dan kuah berwarna sedikit gelap karena menggunakan pasta udang atau ikan. Laksa assam terkenal sebagai hidangan khas wilayah penang. Versi laksa assam lainnya adalah laksa Kedah, laksa Perlis, laksa Kuala Kangsar dan laksa Medan.

Laksa penang. Foto: pixabay

Laksa kombinasi

Langsa versi ketiga adalah kombinasi dari laksa kari dan laksa asam. Kuah laksa kombinasi terbuat dari kaldu udang atau ayam yang dibumbui dengan santan, pasta ikan, kari, asam, jahe, bawang merah, bawang putih. Sup laksa kombinasi terdiri dari mi beras atau bihun, telur dadar, udang, ayam, irisan mentimun atau kacang hijau.

Laksa kombinasi menghadirkan hidangan kaya rasa yakni gurih, pedas, asam, manis dengan aroma yang kuat. Sebagai pelengkap sambal pedas dan jeruk nipis turut disajikan.

Laksa kombinasi yang terkenal di antaranya laksa Sarawak, laksa Johor, laksa Tambelan, laksa Terengganu dan laksa Kelantan. Laksa kombinasi disebut juga Laksam karena secara tradisional dikaitkan dengan wilayah Kelantan dan Trengganu. Laksam nikmat disantap saat sarapan.

Laksa dengan sambal. Foto: cutitips

Laksa Laos

Di Laos, laksa dianggap sebagai hidangan kaya rasa dan sehat karena mengandung sedikit lemak. Hidangan laksa di Laos disebut Khao Poon. Laksa Laos dibuat menggunakan resep klasik yang terdiri dari bihun, pasta kari merah, serai, santan, ayam, ketumbar, lengkuas, cabai, bawang putih, bawang merah dan rebung.

Sup laksa Laos otentik dengan rasa bumbu rempah yang kuat dan menggugah selera. Sayuran hijau segar seperti kubis, daun mint dan tauge juga ditambahkan untuk menambah cita rasa. laksa Laos biasa disajikan sebagai hidangan pertama dalam acara pernikahan atau acara-acara besar lainnya. 

Laksa laos merah. Foto: gosto lagos/tasteatlas

Makanan autentik Indonesia

Selain di Singapura, Malaysia, Thailand dan Laos, laksa juga populer di Indonesia. Namun sayang, popularitasnya semakin tergerus, kalah bersaing dengan hidangan lain seperti makanan cepat saji. Padahal laksa memiliki sejarah panjang sebagai salah satu makanan autentik di Indonesia. 

Konon, Laksa hadir pertama kali di Tangerang. Bermula dari perkawinan campuran antara pedagang Tionghoa dan perempuan pribumi. Sup dari Negeri Tirai Bambu dikembangkan dengan rempah-rempah lokal yang ternyata mengena di lidah. Resep laksa kemudian menjadi warisan turun- temurun Kiau-Seng, sebutan keturunan Peranakan Tionghoa di Tangerang.  

Tahun 70-an laksa sangat populer sebagai hidangan utama dan jajanan di Tangerang. Dua jenis laksa yang terkenal di Tangerang adalah laksa Nyonya dan laksa Nyai. Sesuai namanya, laksa Nyai dibuat oleh pribumi Tangerang, sementara laksa Nyonya diracik oleh peranakan Tionghoa di Tangerang. Ciri khas laksa Tangerang terdiri dari mi yang terbuat dari tepung beras berkuah kuning kental dan biasa disajikan dengan potongan kentang, tahu dan opor ayam. 

Selain laksa Tangerang variasi lainnya adalah laksa Bogor dan laksa Betawi. Laksa Bogor berkuah kental berisi ketupat, oncom, ayam suwir, tauge panjang dan sambal cuka. Sementara, laksa Betawi tak kalah nikmat. Laksa Betawi berisi bihun, telur, perkedel, daun kemangi, tauge pendek dan daun kucai dijamin bisa membuat lidah bergoyang.

Laksa Tangerang. Foto: metrobanten

Laksa adalah hidangan khas Asia Tenggara yang menjadi bagian penting dari budaya. Sempatkan menjelajahi cita rasa laksa saat berkunjung ke Malaysia, Singapura, Thailand, dan Laos. Dengan cita rasa yang kaya, laksa dinobatkan sebagai salah satu makanan terenak di dunia.

Selamat mencoba.

COPYRIGHT ┬ęCUTITIPS 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.