Myanmar, Negeri Subur Ramalan

Menyusuri deretan toko di kawasan Pagoda Sule, Kota Yangon, Myanmar, mata langsung tertuju pada poster bertulisan “astrology” dan gambar garis tangan. Poster-poster itu menempel pada jendela toko. Rupanya bangunan toko berarsitektur lawas itu menjual jasa ramalan.

Praktik ramal meramal di Myanmar disebut Bedin. Bedin adalah kegiatan meramal yang sudah berlangsung lama sejak berabad-abad lalu. Di era modern bedin masih bertahan di tengah kehidupan masyarakat Myanmar. Praktik bedin menyebar hampir di seluruh wilayah di Myanmar di antaranya di Kota Yangon, Bagan dan Mandalay. Tidak seperti di Indonesia di mana praktik menawarkan ramalan dianggap menyimpang dari ajaran agama dan merupakan delik pidana, di Myanmar praktik jual-beli ramalan legal. Alih-alih ditangkap atau dipenjara profesi peramal sangat dihormati di sana.

Tanganmu menyimpan garis nasibmu. Foto: cutitips

Tradisi ramal-meramal di Myanmar

Kepercayaan masyarakat Myanmar terhadap ramalan sangat tinggi. Ramalan digunakan hampir semua kalangan mulai dari masyarakat kelas bawah, pengusaha, politisi hingga pejabat pemerintah. Umumnya mereka mencari petunjuk untuk menyelesaikan persoalan atau menghadapi keputusan sulit. Berkonsultasi segala hal, mulai dari urusan menamai bayi yang baru lahir, membeli rumah, memilih jurusan di sekolah atau universitas, menafsirkan pertanda, mimpi, peruntungan karir, bisnis, asmara, keuangan, kesehatan, jodoh hingga karir politik. Banyak keputusan penting sehari-hari diambil melalui petunjuk ramalan. Meski berbau mistik dan tanpa penjelasan ilmiah sebagian besar ramalan diyakini terbukti benar. Metode meramal yang populer di Myanmar adalah palmistry, menerawang nasib lewat garis telapak tangan dan astrologi/ramalan bintang.

Astrologi adalah jenis ramalan yang berdasarkan pada pernafsiran benda-benda tata surya (planet, bulan, matahari, bintang). Astrologi berasal dari kata “astro” dalam bahasa Persia (Iran) yang berarti bintang. Para astrolog percaya posisi dan pergerakan planet dan benda-benda langit dapat mengungkap kepribadian seseorang, meramal sebuah kejadian dan bisa memprediksi masa depan.

Astrologi Burma memiliki sistem sendiri dengan sepenuhnya mengandalkan angka delapan. Dasar filosofinya tidak hanya menyeimbangkan alam semesta tapi juga mencerminkan harmoni kekuasaan dan suasana yang menyenangkan. Delapan elemen penting dalam astrologi Burma yaitu:

  • Delapan planet
  • Delapan hari dalam seminggu
  • Delapan arah mata angin
  • Delapan tanda zodiak binatang Burma

Apa yang menjadi dasar penentuan delapan planet dalam astrologi Burma? Sistem astrologi Burma kuno didasarkan pada tujuh planet dan ditambah rahu. Rahu unik, karena merupakan planet konseptual langit. Secara teori rahu merupakan titik persimpangan antara bumi, matahari dan bulan pada waktu gerhana. Rahu berfungsi sebagai planet tak terlihat dari sistem zodiak Burma untuk tujuan astrologi. Dengan begitu membentuk delapan entitas planet dalam sistem astrologi Burma.

Aspek lain dari bentuk astrologi ini mencakup delapan arah utama mata angin. Masing-masing arah mata angin bergerak dengan energi simbolis yang berbeda. Untuk mengetahui arah mata angin seseorang maka harus dilihat dari hari kelahirannya.

Urutan planet astrologi Burma. Ilustrasi: cutitips

Mahabote, kunci mengungkap misteri

Cabang astrologi Burma disebut mahabote. Mahabote diterjemahkan sebagai “bejana kecil” atau “kunci kecil”. Disebut “kunci kecil” karena mahabote bisa dengan mudah menggambarkan kepribadian seseorang lewat hitungan hari kelahirannya, tanpa ephemeris atau kumpulan data astronomi yang menunjukkan posisi benda-benda langit, buku tabel, atau pun program komputer.

Dari sisi prinsip dan praktik mahabote merupakan bagian kecil dari keseluruhan sistem astrologi Hindu yang lebih luas. Sebuah sarana mengembangkan pengetahuan atau wawasan untuk mengungkap misteri dan rahasia kehidupan.

Penemu mahabote tidak diketahui hingga kini. Konon mahabote sudah ada sebelum lahirnya Buddha dan diyakini berasal dari bagian yang lebih luas dari sistem astrologi Hindu dan astrologi Weda. Mahabote diperkirakan dipengaruhi mitos dari kultur tradisional jaman kerajaan India. India dan Sri Lanka adalah dua negara yang memiliki pengaruh besar pada agama dan budaya Myanmar.

Praktik astrologi Burma erat kaitannya dengan keyakinan Buddha di Myanmar. Sebagian besar biarawan Myanmar mempelajari mahabote di biara-biara dan menjadi bagian dari pelatihan mereka. Di era modern, mahabote masih tetap bertahan dan dipraktikkan oleh seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kelas sosial.

Patung emas Buddha, Foto: Skitterphoto/pexels

Dalam bagan mahabote lengkap delapan planet mewakili karakteristik unik dan energi dominan pada seseorang. Sementara, planet-planet yang ditempatkan di “rumah-rumah” berbeda berfungsi menyediakan analisis yang lebih mendalam pada ciri-ciri kepribadian seseorang dan strategi untuk mengoptimalkannya.

  • Minggu – Matahari/Garuda: mandiri, ambisius, otoriter
  • Senin – Bulan/Macan: Idealis, penuh kasih sayang, kreatif
  • Selasa – Mars/Singa: Kuat, berani, dan berorientasi aksi.
  • Rabu (Sebelum tengah hari) – Merkuri/gajah: Intelek, komunikatif, berorientasi pada perjalanan.
  • Rabu (setelah tengah hari) – Gajah tanpa gading: serbaguna, tidak konvensional.
  • Kamis – Jupiter/Tikus: Jujur, filosofis, obyektif
  • Jumat – Venus/Tikus Belanda: Artistik, penyayang, spontan
  • Sabtu – Saturnus/Naga: Bertanggung jawab, disiplin, terstruktur

Metode mahabote yang mengacu pada sistem astrologi kuno Burma didasarkan pada delapan hari dalam seminggu. Hari Rabu yang merupakan hari lahir Buddha dibagi menjadi dua yakni Rabu pagi (pukul 12.01 malam sampai 12.00 siang) dan Rabu siang (12.01 siang sampai 12.00 malam). Setiap hari dalam seminggu diwakilkan dengan planet, posisi arah mata angin dan simbol hewan.

Astrologi Burma memiliki tanda zodiak hewan yang diidentifikasi pada hari lahir. Tanda-tanda zodiak Burma berasal dari para biarawan Myanmar kuno. Mereka menggabungkan pemahaman dunia kosmik dengan pengamatan angkasa dan satwa liar.

Tanda zodiak hewan. Foto: asiasociety.org

Tradisi astrologi Burma meyakini setiap orang memiliki hubungan langsung dengan astrologi. Tanda astrologi yang menandai kepribadian seseorang tergantung pada tanggal, hari dan jam kelahiran. Dengan alasan itulah masyarakat Myanmar tidak memiliki marga tetapi nama dihubungkan langsung dengan tanda astrologi mereka.

COPYRIGHT ©CUTITIPS 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.