Kenali Perbedaan Hiking, Trekking, dan Mountaineering

Aktivitas outdoor seperti hiking, trekking dan mountaineering memiliki penggemar dan tantangan tersendiri. Sebagian orang menyukai kegiatan ini karena selain berolah raga bisa sekaligus menikmati pemandangan dan berinteraksi dengan alam. Meski selintas mirip aktivitas hiking, trekking dan mountaineering sejatinya berbeda. Yuk, kenali perbedaan ketiganya agar bisa mempersiapkan diri saat bertualang  nanti.

Hiking

Istilah hiking dikenal sebagai perjalanan lintas alam. Hiking adalah tingkatan yang paling mudah dibanding trekking dan mountaineering. Hiking umumnya dimulai dari satu titik dan berakhir di titik yang sama. Biasanya jalur hiking sudah ditandai dengan baik seperti tersedia plang atau tanda arah sehingga memudahkan perjalanan.

Meski masuk kategori ringan medan hiking bervariasi tergantung tingkat kesulitannya. Mulai dari jalanan rata atau terjal, jalur pegunungan dan perbukitan, hutan hingga menyusuri sepanjang garis pantai.

Umumnya durasi hiking memakan waktu setengah hari sampai satu hari perjalanan. Meski demikian tetap saja aktivitas hiking membutuhkan persiapan terutama fisik dan stamina. Dari aspek peralatan dan logistik, hiking tidak memerlukan banyak peralatan dan logistik makanan.

Sebuah penelitian yang dilakukan The Adventure Travel Trade Association tahun 2015 dan 2016 menyebut hiking adalah kegiatan yang paling digemari para traveler aktif mengungguli kayaking, scuba diving dan menunggang kuda. Hiking adalah wisata petualangan dan menjadi salah satu sektor pariwisata yang berkembang sangat pesat.

Trekking

Istilah trekking mengacu pada jelajah alam jarak jauh atau mengembara. Dibanding hiking, trekking lebih menantang. Durasi trekking lebih lama dibanding hiking yakni dua hingga tujuh hari perjalanan. Biasanya perjalanan dimulai dari satu titik dan berakhir di titik yang berbeda. Jarak tempuh trekking bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan kilometer.

Trekking muti-hari di beberapa lokasi mengharuskan pendaki singgah dan beristirahat di pondok kabin atau pondok-pondok gunung termasuk kemping dengan mendirikan tenda. Peralatan dan logistik makanan yang disiapkan untuk trekking lebih banyak dibanding hiking.

Trekking di Pegunungan Alpen. Foto: Aatlas/pixabay
Trekking. Foto: Simon/pixabay

Trekking bisa dilakukan dengan menjelajahi tiga gunung di satu perjalanan misalnya trilogi mendaki tiga gunung di Jawa Barat yakni Gunung Gede, Gunung Pangrango dan Gunung Salak serta seri mendaki gunung di Jawa Tengah di antaranya Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Prau.

Mountaineering

Mountaineering adalah jenis jelajah alam yang paling jauh, menantang dan sulit. Menempuh jalur perjalanan hingga ke puncak lebih dari 5000 meter di atas permukaan laut. Mountaineering merupakan perjalanan multi-hari yang membutuhkan banyak persiapan khusus di antaranya latihan fisik dan penguasaan terhadap aspek teknis peralatan termasuk perlengkapan keselamatan.

Untuk mendaki gunung es misalnya pendaki harus tahu caranya mendaki di atas es menggunakan sepatu es. Mengetahui cara aman melintasi celah-celah besar tebing es dan berjalan di atas gletser termasuk bertahan badai salju. Aktivitas mountaineering membutuhkan kondisi fisik dan stamina kuat agar sanggup bertahan lama sewaktu mendaki termasuk berada di lokasi dengan kadar oksigen rendah.

Badai salju saat mountaineering. Foto: Simon/pixabay

Nah, sudah tahu bedanya hiking, trekking dan mountaineering kan. Persiapkan diri sebelum bertualang menjelajah alam agar aman dan menyenangkan.

Enjoy the nature!

COPYRIGHT ©CUTITIPS 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.